Jalan-jalan di kota Serang sambil Jajan
Haii sobatt.. !!! bagi kalian yang hobi jalan jalan sambil jajan,disinilah tempat-tempat yang pas buat kalian kunjungi. Meskipun dikota serang terkenal dengan nuansa cuaca yang panas, tapi disini banyak juga tempat yang layak di kunjungi dan di jadikan tempat buat jalan-jalan santai dan juga jajan. Oke langsung aja check this out takutnya kebanyakan cingconk.. hehee...
Serang adalah ibukota provinsi Banten. Serang merupakan kota yang cukup ramai, meskipun tidak ada bioskop di kota ini. Kalau mau ke bioskop, ya harus ke Cilegon atau Tangerang dulu. Itupun harus menggunakan transportasi bis dan perjalanannya memakan waktu satu jam.
Salah satu ciri khas yang unik di kota ini adalah kulinernya. Sate Bandeng sering dijadikan oleh-oleh untuk pendatang maupun warga serang. Daging ikannya yang lembut dan olahan bumbunya yang sedap menjadikan kuliner ini patut dicoba. Nasi uduk di Serang dijajakan hampir di setiap waktu, yaitu pagi, siang, sore dan malam. Mungkin, nasi uduk juga merupakan kuliner khas kota ini. Selain itu, ada juga Sop Durian. Sop Durian merupakan campuran dari air gula, susu dan keju. Di Serang cukup banyak kebun durian dan dagingnya yang dihasilkan di kota ini manis serta teksturnya seperti mentega. Sate bebek khas Cibeber juga merupakan kuliner khas Banten yang patut dicoba. Bumbunya rasanya manis, asam dan pedas dicampur menjadi satu.
Ciri khas yang unik lainnya adalah tentu saja tempat wisatanya..Ada banyak tempat yang wajib didatangi apabila mampir atau tinggal sementara di kota ini, mulai dari wisata rohani, pantai, gunung hingga kebun wisata.
Wisata ziarah yang sering dikunjungi orang Banten maupun luar adalah Mesjid Agung Banten. Mesjid Agung Banten merupakan salah satu mesjid yang tertua di Indonesia. Lokasinya sekitar 10 km dari kota Serang (jarak tempuh perjalanan sekitar 30 menit). Di Mesjid tersebut terdapat kompleks makam Sultan Maulana Hasanuddin, keluarga beserta murid-muridnya. Konon, apabila ada keluarga yang ingin dimakamkan dekat dengan makam Sultan Hasanuddin, maka haruslah orang Banten atau orang luar yang menikah dengan orang Banten.Di sebelah timur mesjid terdapat menara yang meruapaka ciri khas dari mesjid ini. Tingginya kurang lebih 24 meter. Dahulu, menara ini merupakan tempat untuk mengumandangkan adzan sekaligus menyimpan senjata.
Tidak jauh dari lokasi Mesjid Agung Banten dapat ditemui Keraton Surosowan. Keraton ini dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin. Dapat diliat bahwa keraton ini sudah mengalami beberapa perombakan. Mungkin, karena lokasinya yang strategis dekat dengan pelabuhan dan berdaya tarik ekonomis karena meruakan penghasil lada, Sultan mendirikan keraton di Banten lama. Entah kenapa akhirnya, pusat pemerintahan dipindahkan ke kota Serang.
Di dekat lokasi mesjid juga terdapat keraton Kaibon. Keraton ini terpisah dari keraton Surosowan. Di depannya, terdapat kanal yang menghubungkan dengan keraton Surosowan. Walaupun hanya tersisa reruntuhannya. Namun, tempat ini sangat berpotensi sekali apabila dijadikan wisata sejarah. Anak-anak sekitar biasanya menjadikan tempat ini sebagai sarana bermain dan tempat nongkrong.
Alun-alun kota Serang juga merupakan salah satu tempat kongkow masyarakat sana, dimana pada hari minggu banyak terdapat pasar kaget yang menjajakan berbagai makanan, minuman, pakaian dan lainnya dengan harga yang murah. Ada pula yang menjajakan Nasi Bakar Sumsum Khas Banten dengan harga Rp 5.000,- per porsi.
Tempat wisata lainnya yang dapat dikunjungi antara lain Pantai Anyer, Tanjung Lesung, Pantai Labuan yang belum sempat saya kunjungi.





